Popular Posts

Saturday, September 28, 2019

Ecommerce Vs Marketplace Vs Online Shop

Perbedaan Ecommerce dan Marketplace, serta Online Shop [Terlengkap]

7+ Perbedaan Ecommerce, Marketplace dan Online Shop

Kami berusaha menyediakan website yang berguna untuk pengetahuan para pembaca, panduan singkat dan sederhana ini semoga menjadi jalan bagi kalian yang mengalami kesulitan dalam membuat blog di dunia maya, kami mengambil sumber dari blog Panduan Blog Online.com seandainya kalian berkenan langsung mengunjungi website tersebut, selamat menikmati!

7+ Perbedaan Ecommerce, Marketplace dan Online Shop

“Bukannya ecommerce, marketplace, dan online shop itu sama saja, ya?” Kalau Anda berpikir seperti itu berarti sudah benar mampir ke artikel ini. Sebab, ecommerce, marketplace, dan online shop adalah tiga hal berbeda

Anda wajib tahu perbedaan ketiganya jika ingin menjadi pebisnis online yang sukses. Karena beda tempat berjualan, beda juga strategi pemasarannya. 

Nah, lewat artikel kali ini kami akan membahas apa pengertian dari ecommerce, marketplace, dan online shop. Serta tentu saja, apa hal yang membuat mereka berbeda antara satu sama lainnya.

Apa Itu Ecommerce, Marketplace dan Online Shop?

Sebelum kami jelaskan perbedaan ecommerce, marketplace dan online shop secara  menyeluruh, kami berikan dulu pengertian singkat dari ketiganya.

Ecommerce

Ecommerce (sering juga disebut dengan toko online) adalah website yang digunakan untuk menjual produk-produk dari pemilik website.

Produk di sini bisa terbatas pada satu brand atau bisa bermacam-macam produk dari berbagai brand. Namun, produk tersebut tetaplah dijual oleh satu penjual saja, yakni si pemilik website itu sendiri.

Baca juga: Bisnis Online Makin Untung dengan Website

Marketplace

Marketplace merupakan website pihak ketiga yang bertindak sebagai perantara yang menghubungkan penjual dengan pembeli di internet.

Bisa dikatakan marketplace adalah department store online, di mana banyak penjual dengan berbagai jenis produk yang dijual dalam satu lokasi yang sama.

Baca juga: Marketplace vs Toko Online: Jangan Salah Pilih Ya!

Online Shop

Bagi masyarakat Indonesia, online shop atau olshop lebih merujuk kepada akun yang hanya fokus melakukan jualan di media sosial.

Di artikel kali ini, kami akan menjelaskan perbedaan online shop yang ada di Facebook dan Instagram. Karena memang dua media sosial itulah yang paling sering digunakan untuk berjualan dengan online shop.

Perbedaan Ecommerce, Marketplace dan Online Shop

Mungkin dari membaca pengertian singkat di atas Anda sudah tahu mengenai perbedaan dari ecommerce, marketplace, dan online shop.

Namun, cukup tahu saja itu tidak cukup Anda harus memahami juga hal-hal yang membedakan ketiganya. Sebab, dari sinilah Anda bisa tahu mana tempat terbaik untuk menjalankan bisnis online Anda.

FaktorEcommerce (Toko Online)MarketplaceOnline Shop (Olshop)
BiayaSedikit mengeluarkan uang di awal. Tapi ini merupakan investasi jangka panjang.Gratis (kecuali untuk menikmati fitur-fitur premium yang disediakan marketplace)Gratis (kecuali untuk menggunakan fitur berbayar sosial media, seperti Facebook Ads atau Instagram Ads)
Tingkat Kesulitan PembuatanPembuatan mudah dan cepat jika Anda sudah terbiasa mengoperasikan website. Anda bisa mendaftar dan langsung menggunakannya untuk berjualan.Anda perlu mengubah/membuat akun bisnis di media sosial terlebih dahulu.
Jenis BarangCocok untuk barang bermerek, artisan, butik, dan barang lain yang perlu brand awareness tinggi. Barang umum seperti perkakas dan aksesoris yang bisa dibeli dalam jumlah besar sekaligusBarang apa saja, tapi dalam skala lebih kecil yang ditujukan untuk konsumsi pribadi.
PromosiUpaya promosi lebih fleksibel dan bisa Anda atur sendiri.Promosi lebih dikendalikan oleh marketplace.Sedikit usaha dan uang dengan memanfaatkan Facebook Ads atau Instagram Ads.
PersainganPersaingan dengan sesama website untuk mendapatkan ranking pertama di hasil pencarian.Persaingan dalam satu marketplace  sangat ketat.Persaingan di satu media sosial sangat ketat.
Jumlah PenjualanSedikit sudah bisa untung.Harus jualan banyak agar bisa memuaskan.Harus jualan banyak agar bisa memuaskan.
KepercayaanJika menerapkan strategi yang benar, kepercayaan konsumen bisa dibangun dengan cepat.Konsumen lebih percaya kepada marketplace, bukan pada bisnis yang menjual produk.Butuh waktu lama. Kecuali, Anda sudah punya reputasi dahulu di akun pribadi.
Kesetiaan KonsumenKonsumen cenderung lebih setia. Apalagi kalau bisnis menerapkan strategi customer retention (member, poin, dsb).Konsumen bisa dengan mudah lari ke toko sebelah apabila menawarkan harga lebih murah.Konsumen bisa dengan mudah lari ke toko sebelah apabila menawarkan harga lebih murah.
DataPengumpulan data performa bisnis yang mendalam.Data yang didapatkan terbatas.Fitur analisis data yang terbatas.

1. Biaya

Di marketplace dan online shop, Anda tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Baik untuk mendaftar ataupun saat sudah berjualan di sana.

Kecuali, jika Anda ingin menikmati fitur-fitur premium yang disediakan oleh marketplace atau media sosial tersebut. Misal, Facebook Ads atau Instagram Ads.

Sementara itu, Anda harus mengeluarkan sedikit uang untuk membeli serta memperpanjang domain dan hosting bagi website ecommerce. Apalagi jika Anda menggunakan CMS toko online berbayar seperti Shopify, tentu ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan.

Namun, jika Anda hitung-hitung lagi. Sedikit uang yang Anda keluarkan itu, bisa membeli manfaat jangka panjang yang tak dimiliki oleh marketplace dan online shop. Tak percaya? Yuk, hitung-hitungan sebentar.

Katakanlah, Anda membeli Paket Bisnis di Panduan Blog Online yang berharga Rp 85.724/bulan.

Paket Hosting di Panduan Blog Online

Jika biaya Rp 85.724 itu dibagi 30 hari, Anda hanya diharuskan untuk mengeluarkan uang sebesar Rp 2.857 saja setiap harinya. 

Dengan jumlah uang yang bahkan masih kalah dengan biaya parkir di mall tersebut, Anda bisa merasakan berbagai manfaat yang tak didapatkan oleh marketplace maupun online shop sekalipun, seperti:

  • Bisnis Anda akan lebih mudah ditemukan di Google.
  • Calon konsumen lebih percaya dengan bisnis yang memiliki website ecommerce sendiri.
  • Membuat website ecommerce milik sendiri bisa meningkatkan kredibilitas brand Anda.
  • Meningkatkan brand awareness bisnis Anda.

Jadi, mengeluarkan sedikit uang di awal untuk website ecommerce milik sendiri itu merupakan sebuah investasi jangka panjang. Bahkan bisa dikatakan kalau hasil yang didapat melebihi uang yang sudah Anda keluarkan.

2. Tingkat Kesulitan Pembuatan

Membuat website ecommerce itu sebenarnya mudah dan cepat. Hanya saja, Anda tetap perlu belajar hal teknis seperti melakukan pemeliharaan dan optimasi website.

Tepatnya, Anda harus mengoptimasi SEO, melakukan promosi, hingga memastikan website tetap aman dan responsif untuk diakses oleh pengunjung. 

Baca juga: 15 Trik SEO Ampuh untuk Website Toko Online 

Sementara di marketplace, apa yang Anda butuhkan sudah tersedia. Anda tinggal mendaftar, memasukkan barang serta harganya dan Anda sudah bisa mulai berjualan. Semua dalam hitungan menit saja.

Untuk online shop itu susah-susah gampang. Sebab, media sosial utamanya bukan untuk berjualan, sehingga Anda harus melakukan beberapa hal terlebih dahulu untuk berjualan di sana. Seperti, membuat Facebook Page atau merubah akun menjadi Instagram For Business terlebih dahulu.

3. Barang yang Dijual

Perbedaan ecommerce dan marketplace serta online shop selanjutnya adalah dari barang yang Anda jual.

Di website ecommerce, produk yang cocok untuk dijual adalah produk eksklusif yang tak mudah dicari. Misalnya seperti produk kerajinan tangan Anda sendiri, camilan unik, atau barang-barang branded.

barang kerajinan dijual di ecommerce

Baca juga: 30 Ide Bisnis Kreatif yang Bisa Anda Lakukan di 2020

Berjualan di marketplace bisa dipertimbangkan apabila Anda menjual barang-barang yang lebih umum dan biasanya dibeli dalam jumlah besar. Beberapa di antaranya seperti perlengkapan rumah, alat tulis, hingga barang elektronik beserta aksesorisnya

Sementara di online shop tak jauh berbeda dengan marketplace sebenarnya. Sama-sama berjualan barang-barang umum, namun dengan skala yang lebih kecil dan lebih ditujukan untuk konsumsi pribadi. Misal, produk kecantikan, pakaian atau perhiasan.

4. Promosi

promosi di ecommerce dan marketplace

Bisa dikatakan, perbedaan ecommerce dan marketplace/online shop paling kentara di bagian promosinya.

Kenapa? Karena memiliki website ecommerce sendiri berarti Anda juga harus mengurusi semua promosi dari website Anda tersebut. Sementara di marketplace/online shop, promosi dibantu oleh platform tempat Anda berjualan.

Promosi di website sendiri itu dari menarik trafik, mengumpulkan leads, promosi di media sosial, dan masih banyak lainnya. Anda harus bisa membuat strategi digital marketing yang optimal agar produk-produk di website bisa terjual.

Kalau berjualan di marketplace, Anda bisa lebih bernafas lega. Sebab, promosi lebih banyak dilakukan oleh marketplace.

Hal itu karena sebagai penyedia tempat berjualan, marketplace ingin menarik trafik dan menjual produk di dalamnya sebanyak mungkin. Sehingga, secara tak langsung  jualan Anda juga akan ikut dipromosikan.

Anda juga bisa membeli fitur-fitur premium yang disediakan di marketplace. Di mana umumnya fitur-fitur ini memang berfungsi untuk membantu bisnis Anda menjangkau lebih banyak pengguna di marketplace tersebut. Beberapa di antaranya adalah fitur Power Merchant Tokopedia dan Super Seller Bukalapak.

Sedangkan untuk promosi di online shop, hampir mirip dengan marketplace karena Anda juga tak punya kendali penuh. Di sini, Anda tinggal mengeluarkan uang sesuai budget yang tersedia dan manfaatkan Facebook Ads atau Instagram Ads.

Setelah itu Anda tinggal menunggu fitur tersebut untuk menjangkau target pasar yang diinginkan. Promosi menggunakan fitur ini sangat bergantung dengan seberapa banyak budget yang Anda sediakan.

Baca juga: Pentingnya Kenali Target Pasar untuk Bisnis Anda!

Dari segi promosi, perbedaan online shop dan marketplace ini memang tak jauh berbeda. Anda sama-sama tak memiliki kendali penuh yang fleksibel layaknya website ecommerce.

Di sisi lain, kebebasan yang ada dalam promosi website ecommerce membuat potensi marketingnya tak terbatas. Sehingga jika dilakukan dengan benar, penjualan di website ecommerce bisa jauh melebihi di marketplace dan online shop.

5. Persaingan

Perbedaan marketplace dan online shop dari segi persaingan juga hampir mirip.

Soalnya, di marketplace dan online shop, persaingan sama-sama keras. Sebab, ada toko lain yang juga menawarkan barang yang sama dengan yang Anda jual di satu platform. Bahkan, kadang ada ratusan penjual yang menjual barang yang sama. 

Anda harus bisa bersaing dari harga, kualitas keamanan packing, hingga kecepatan pengiriman. Nah, persaingan yang sangat ketat ini membuat Anda susah mendapatkan pembeli karena banyaknya pilihan bagi calon konsumen. 

Sedangkan di website ecommerce, tak ada persaingan yang terjadi di satu website. Justru persaingan di sini terjadi dengan sesama website ecommerce lainnya untuk mendapatkan ranking pertama di hasil pencarian.

Jadi, apabila Anda menjual barang tertentu yang membutuhkan brand awaraness tinggi ─ bisnis yang ada niche market seperti kerajinan tangan ─ website ecommerce menjadi tempat yang lebih strategis.

Sebab, barang yang membutuhkan awareness tinggi bisa dengan mudah tenggelam di marketplace dan toko online. 

Hal tersebut karena ketatnya persaingan serta terbatasnya cara untuk meningkatkan brand awaraness di sana. Sementara di website ecommerce, ada banyak cara untuk meningkatkan brand awaraness agar barang jualan Anda bisa menjangkau banyak orang.

6. Jumlah Penjualan

Di marketplace dan online shop, margin dari tiap penjualan itu lebih rendah apabila dibandingkan dengan penjualan di website ecommerce. Hal ini karena ketatnya persaingan yang terjadi, sehingga Anda dipaksa menurunkan harga untuk bisa bersaing.

Oleh karena itu, jumlah penjualan yang harus Anda catatkan di marketplace dan online shop harus sangat tinggi untuk bisa mendapatkan keuntungan yang memuaskan.

Sementara di website ecommerce milik sendiri, Anda tak perlu susah-susah menjual banyak barang untuk mendapatkan keuntungan.

Sebab, margin yang Anda peroleh dari tiap produk yang terjual bisa jauh melebihi di marketplace/online shop karena persaingan yang tak seketat di sana. Apalagi, jika produk Anda memang berkualitas dan tak dijual di manapun.

7. Kesetiaan Konsumen

Seperti promosi, Anda tak punya banyak pilihan untuk menjaga dan meningkatkan kesetiaan konsumen di marketplace dan online shop. Apalagi melihat ketatnya persaingan di sana, kesetiaan konsumen Anda bisa goyah apabila pesaing menawarkan diskon atau gratis ongkir.

Di sisi lain, website ecommerce punya kemungkinan untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan dengan menerapkan strategi customer retention

Kesetiaan pelanggan Ini cukup penting, lho. Sebab berdasarkan penelitian, mempertahankan pelanggan lama itu lebih mudah dan menguntungkan ketimbang mencari pelanggan baru.

Dengan kata lain, Anda bisa mendulang keuntungan lebih mudah dengan konsumen lama. Asalkan, Anda memang menerapkan strategi menjaga kesetiaan konsumen dengan benar.

Nah, strategi menjaga kesetiaan konsumen atau disebut sebagai customer retention itu bisa Anda terapkan di website ecommerce milik sendiri. Sehingga Anda bisa lebih tenang karena konsumen tak mudah lari ke toko sebelah.

8. Kepercayaan

kepercayaan konsumen bisnis online

Untuk masalah kepercayaan bagi penjual baru, marketplace masih lebih baik daripada website ecommerce milik sendiri. Apalagi kalau marketplace tersebut merupakan marketplace besar yang memang sudah mempunyai reputasi baik.

Untuk penjual yang baru saja membuat website ecommerce, membangun kepercayaan itu membutuhkan waktu yang tak sedikit.

Anda harus fokus dan serius dalam menerapkan strategi untuk membangun kepercayaan konsumen lewat website. Beberapa diantaranya seperti seperti live chat dan menampilkan testimoni. Untuk cara lebih lengkapnya bisa Anda baca di artikel ini.

Bagi online shop baru yang benar-benar memulai dari nol, kadang rasa kepercayaan bisa lebih lama dibangun daripada website ecommerce sekalipun. Sebab rasa kepercayaan dilihat dari konten-konten akun tersebut, testimoni konsumen, hingga seberapa aktif Anda berinteraksi dengan follower. 

Namun, kalau Anda membuka online shop di akun pribadi yang sudah memiliki jumlah follower banyak, kepercayaan bisa dibangun dengan sangat cepat.

Hal itu juga berlaku apabila Anda membuat akun baru khusus untuk berjualan, tapi selalu aktif Anda promosikan di akun pribadi. Sebab, kepercayaan Anda sebagai penjual sudah terbangun dari reputasi akun pribadi tersebut.

9. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang lengkap mengenai bisnis Anda hanya bisa dilakukan di website ecommerce saja.

Dengan menggunakan tools seperti Google Analytics, Anda bisa mengetahui demografi audiens, perilaku pengunjung, engagement, hingga sumber trafik website Anda. Sehingga Anda bisa melihat dan mengumpulkan berbagai data yang Anda butuhkan.

Data bagi bisnis adalah salah satu hal penting yang harus selalu Anda pantau. Dari pengumpulan data, Anda bisa melihat performa bisnis secara keseluruhan. Sehingga data tersebut bisa Anda gunakan untuk membuat strategi marketing pemasaran yang menyeluruh.

Baca juga: Cara Menggunakan Google Analytics (Panduan Lengkap)

Memang, di marketplace atau online shop juga memberikan fitur analis data.

Namun, hasilnya tidak selengkap dengan website ecommerce milik sendiri. Sebab, dengan website ecommerce, Anda bisa memanfaatkan banyak marketing tools yang bisa memberikan berbagai data dari berbagai aspek bisnis dengan mendalam.

Kesimpulan

Perbedaan marketplace dan online shop memang tak terlalu banyak. Sebab, Anda sama-sama memanfaatkan suatu platform yang sudah ada untuk berjualan. Dua tempat ini sangat cocok bagi Anda yang tak mempunyai banyak waktu dan biaya untuk mengurusi website ecommerce. 

Namun, Anda juga tak bisa berharap banyak kepada brand awareness di kedua platform tersebut. Sebab, Anda tak mempunyai kendali penuh dalam meningkatkan brand awareness selayaknya dengan membuat website ecommerce sendiri.

Jadi, bisa dikatakan perbedaan ecommerce dan marketplace/online shop yang paling kentara adalah dari manfaat jangka panjangnya.

Dengan website ecommerce bisnis Anda lebih mudah muncul di hasil pencarian Google, branding yang lebih kuat, serta bisa lebih dipercaya oleh konsumen.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda mempertimbangkan tempat yang cocok untuk melakukan bisnis online. Setelah menemukan tempat yang tepat, Anda bisa download ebook gratis Kiat Sukses Bisnis Online 2020 agar bisnis yang Anda jalankan bisa efektif dan efisien dalam menghasilkan uang. 

Jangan lupa juga untuk klik tombol subscribe di bawah untuk mendapatkan tips-tips bisnis online seperti ini langsung ke email Anda. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Source:niagahoster.com

Tuesday, September 24, 2019

4 Cara Meningkatkan Pengunjung Blog

Cara Meningkatkan Pengunjung Blog Secara Signifikan dengan 4 Hal Ini

4 Cara Ampuh Meningkatkan Pengunjung Blog Secara Signifikan

Kami berusaha menyediakan website yang berguna untuk pengetahuan para pembaca, panduan singkat dan sederhana ini semoga menjadi jalan bagi kalian yang mengalami kesulitan dalam membuat blog di dunia maya, kami mengambil sumber dari blog Panduan Blog Online.com seandainya kalian berkenan langsung mengunjungi website tersebut, selamat menikmati!

cara meningkatkan pengunjung blog

Anda tentu tidak ingin blog yang Anda miliki sepi pengunjung. Sepinya pengunjung dapat berarti minimnya klik iklan serta, lebih jauh lagi, tidak adanya penjualan produk yang Anda tawarkan di website utama. Ada banyak cara meningkatkan pengunjung blog yang sebenarnya bisa Anda lakukan sendiri. Kami akan membahasnya satu per satu untuk Anda dalam kesempatan kali ini.

Berdasarkan sebuah studi, hanya sekitar 25% dari semua website yang ada pada saat ini mendapatkan lebih dari 5000 pengunjung baru setiap bulan. Ini berarti 75% sisanya hanya mendapatkan pengunjung harian lebih sedikit dari angka tersebut.

Apakah blog Anda termasuk dalam bagian 75% ini? Jika iya, ulasan kami kali ini dapat membantu Anda meningkatkan pengunjung blog, hanya dengan melalui 4 cara!

Catatan: Pastikan Anda sudah melakukan verifikasi website ke Google Webmaster dan Bing Webmaster, supaya konten di website Anda mudah diindex oleh mesin pencari.

Selamat membaca.

Berikut adalah empat cara meningkatkan pengunjung blog yang dapat Anda coba sendiri!

Pilihan 1: Lakukan Optimasi Blog untuk Search Engine

cara meningkatkan pengunjung blog

Anda wajib melakukan optimasi SEO pada seluruh konten website Anda. Optimasi ini akan meningkatkan pengunjung organik, atau pengunjung yang datang dari mesin pencari. 

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah melakukan riset keyword. Tujuannya, agar artikel yang Anda buat menggunakan keyword yang tepat. Ini adalah aspek yang sayangnya kerap dikesampingkan. Tidak sedikit pengelola website yang menampilkan konten di internet tanpa target kata kunci yang tepat sehingga website mereka sepi pengunjung. Padahal jika optimasi ini dilakukan, mereka telah menemukan cara meningkatkan pengunjung blog yang ampuh dan berpengaruh secara signifikan.

Ada banyak tool online yang dapat Anda gunakan untuk melakukan riset keyword. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah tool milik Google bernama Google Keyword Planner. Tool ini dapat Anda manfaatkan untuk mengetahui rata-rata pencarian keyword tertentu dalam kurun waktu satu bulan, bahkan dapat menampilkan keyword baru sesuai keinginan Anda.

Proses riset keyword ini dapat hanya memakan waktu beberapa menit saja. Keyword seperti apa yang perlu Anda utamakan? Tentu keyword populer, alias keyword yang banyak digunakan untuk pencarian.

Setelah menemukan keyword yang Anda inginkan, selanjutnya Anda perlu mulai melakukan optimasi pada website. SEO sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis.

  • On-page SEO: Optimasi pada website dan konten. Pengelola website memiliki kontrol penuh pada On-page SEO.
  • Off-page SEO: Kebanyakan pemilik website berpikiran bahwa off-page SEO hanya link building saja. Akan tetapi, sebenarnya apapun yang Anda lakukan di luar website seperti sosial media, social bookmarking, dan link building dapat dikatakan sebagai upaya Off-page SEO.

Kedua hal di atas sama-sama penting dan perlu dilakukan bersamaan. Akan tetapi, jika tidak memungkinkan, Anda dapat fokus pada On-page SEO terlebih dahulu, seperti yang disarankan oleh banyak ahli internet marketing dan pakar SEO.

Di bawah ini adalah beberapa aspek pada website yang perlu Anda perhatikan ketika melakukan optimasi On-page SEO.

  • Title Tag: Buat judul menarik yang berisi target keyword.
  • Tag Description: Sama halnya seperti title, deskripsi juga harus menarik dan mengandung keyword yang Anda tentukan. Deskripsi yang baik dapat menghasilkan Click Through Rate tinggi.
  • Keyword Tag: Meskipun tag ini tidak lagi relevan dengan Google, Anda tetap perlu menggunakannya untuk search engine lain. Anda dapat memasukkan maksimal 10 keyword di sini.
  • Heading: Search engine dan pengunjung website menyukai format heading yang tepat, sehingga konten lebih mudah dibaca. Gunakan tag H1, H2, serta H3 pada konten dan masukkan keyword setidaknya pada salah satu tag tersebut.
  • Struktur URL: Jika memungkinkan, masukkan juga keyword pada URL. Jangan gunakan underscore, karakter, atau spasi. Silakan gunakan tanda hubung ‘dash’ atau ‘strip’.
  • Alt Text pada Gambar: Alternative text juga menjadi faktor penentu peringkat Google. Karenanya, sebaiknya alt text ini pada gambar ini tetap Anda isi dengan keyword.
  • Konten: Agar website Anda mendapatkan peringkat yang baik di search engine, usahakan agar konten yang Anda buat tetap unik, segar, dan memiliki manfaat bagi pembaca.
  • Kecepatan Website: Tidak seorang pun pengunjung website Anda menyukai website yang lambat diakses. Oleh karena itu, lakukan optimasi kecepatan pada website. Anda pun dapat memanfaatkan tool dari Google bernama PageSpeed Insights untuk melakukan analisa performa suatu website.

Setelah semua faktor On-page SEO di atas sepenuhnya Anda implementasikan, selanjutnya Anda perlu melakukan optimasi Off-page SEO.

Anda dapat mulai meninggalkan komentar pada blog maupun forum yang berhubungan dengan niche/tema website Anda. Pastikan Anda berkomentar pada blog yang menyediakan kolom untuk menyertakan URL website anda, contohnya seperti blog Panduan Blog Online ini.

Submit website Anda ke direktori blog seperti Blogging Fusion. Jika Anda memiliki kemampuan menulis yang baik, Anda juga dapat memulai dengan menjadi guest blog di blog yang memiliki tema serupa dengan website Anda. Sementara itu, membagikan artikel di social network dan submit di website social bookmark merupakan cara lain untuk mendapatkan backlink. Selain cara di samping, masih ada banyak cara lain yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat backlink serta melakukan optimasi Off-page SEO.

Pilihan 2: Cara Meningkatkan Pengunjung Blog dengan Iklan Berbayar

cara meningkatkan pengunjung blog

Banyak pelaku internet marketing melakukan hal ini karena promosi website melalui iklan berbayar adalah cara tercepat untuk mendapatkan pengunjung website. Hanya saja, cara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk beriklan. Selain itu, agar lebih efisien Anda perlu melakukan optimasi berkala guna mendapatkan conversion rate terbaik.

Untuk memulai, Anda dapat menggunakan layanan iklan Google Adwords. Ini adalah layanan milik Google dimana pengiklan dapat melakukan penawaran harga pada tiap keyword yang ada. Penawar tertinggi berhak menampilkan iklan pada halaman hasil pencarian Google maupun kolom iklan pada website rekanan Google Display Network.

Di samping Google Adwords, Anda juga dapat menggunakan layanan lain seperti berikut ini …

Pilihan 3: Bagikan Website di Media Sosial

cara meningkatkan pengunjung blog

Membuat artikel berkualitas baik saja tidak cukup untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung ke blog Anda. Lebih jauh lagi, Anda perlu memberitahu orang-orang mengenai artikel yang Anda buat. Di sinilah media sosial dapat membantu Anda. Bagikan artikel baru Anda melalui media sosial dan ini akan menjadi cara meningkatkan pengunjung blog Anda dalam waktu singkat.

Mungkin Anda akan mengalami sedikit kebingungan memilih sosial media mana untuk membagikan artikel yang Anda buat. Saran kami, utamakan media sosial yang sesuai dengan niche dari website Anda.

Sebagai contoh, Google+ akan bekerja maksimal untuk perusahaan B2B, sementara Twitter lebih cocok untuk website berita. Secara umum demografinya memang seperti ini. Namun, memastikannya kembali, Anda dapat mencoba beberapa media sosial sekaligus kemudian melakukan perbandingan. Selanjutnya Anda dapat menggunakan akun media sosial yang paling banyak mendatangkan pengunjung.

Nah, di bawah ini adalah daftar media sosial yang dapat Anda gunakan untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung …

Pilihan 4: Meningkatkan Pengunjung Blog dengan Email Marketing

cara meningkatkan pengunjung blog

Email marketing adalah hal yang sering dilupakan oleh para pemilik website. Padahal, mengirimkan email langsung ke inbox subscriber ketika ada artikel baru adalah cara ampuh untuk meningkatkan pengunjung ke website.

Anda dapat mulai dengan membuat akun di MailChimp, suatu layanan yang menyediakan berbagai macam fitur untuk keperluan email marketing.

Perlu Anda ingat bahwa sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam melakukan kampanye email marketing. Saran kami, sebaiknya Anda mulai mengirimkan newsletter setidaknya satu kali setiap bulan ke subscriber website Anda. Jika dirasa kurang, Anda bisa meningkatkannya menjadi dua minggu atau satu minggu sekali. Jangan lupakan juga aspek manfaat dalam konten newsletter yang Anda kirimkan. Blog post dan informasi berguna lain dapat Anda masukkan di sana dan bukan hanya seputar informasi diskon saja.

Kesimpulan

Itulah beberapa cara meningkatkan pengunjung blog. Sebenarnya masih banyak cara lain yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan pengunjung, misalnya menggunakan Google AMP.

Dalam kesempatan kali ini kami hanya membahas 4 cara berbeda yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan traffic ke website Anda. Semua cara tersedia untuk Anda. Kini giliran Anda untuk mencobanya satu per satu dan menentukan cara mana yang paling cocok untuk blog Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan maupun masukan mengenai bahasan pada artikel ini, jangan ragu untuk menuliskannya pada kolom komentar di akhir halaman ini. Selain itu anda dapat berlangganan artikel kami dengan melakukan Subscribe pada kolom yang tersedia, kami akan mengirimkan artikel menarik langsung ke email anda. 🙂

Saturday, September 21, 2019

Laravel Tutorial

Mencari Tutorial Laravel? Kami Sediakan Lengkap! – Panduan Blog Online

Tutorial Laravel untuk Pemula (Instalasi Manual)

Kami berusaha menyediakan website yang berguna untuk pengetahuan para pembaca, panduan singkat dan sederhana ini semoga menjadi jalan bagi kalian yang mengalami kesulitan dalam membuat blog di dunia maya, kami mengambil sumber dari blog Panduan Blog Online.com seandainya kalian berkenan langsung mengunjungi website tersebut, selamat menikmati!

Laravel Tutotrial

Laravel adalah framework yang dipakai untuk mengembangkan aplikasi web atau platform di internet. Dibandingkan banyak framework lainnya, Laravel termasuk salah satu yang sangat mudah dipelajari dan digunakan.

Itu mengapa, kami merekomendasikan Anda untuk menggunakan Laravel dalam mengembangkan aplikasi web atau platform online. Supaya lebih mudah mempelajarinya, simak terus tutorial Laravel pemula di sini.

Berikut adalah tahapan-tahapan tutorial Laravel untuk pemula yang akan dibahas di artikel ini:

  1. Mencari spesifikasi server sesuai kebutuhan;
  2. Download Composer;
  3. Menginstall Laravel;
  4. Pelajari struktur folder Laravel;
  5. Mengamankan data dengan application key;
  6. Melakukan pengaturan untuk Direktori Public;
  7. Melakukan pengaturan cache;
  8. Melakukan konfigurasi lain;
  9. Mengenal fitur mode pada Laravel.

Tanpa perlu berlama-lama lagi, yuk lanjut ke bahasan tutorial Laravel Indonesia.

Pengertian Laravel

Laravel adalah PHP open source framework yang yang dibangun dengan model view controller dan dibekali dengan berbagai macam sintaks. Sejak diluncurkan tahun 2011, membuat website dengan Laravel banyak digemari oleh berbagai komunitas programmer di Github, sebelum kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Framework ini menyediakan beberapa jenis PHP library dan beberapa fungsi lain yang bisa memudahkan Anda menuliskan baris kode. Framework Laravel dibuat dengan tujuan memperindah cara untuk membuat website.

Laravel terkenal sederhana dan elegan karena pembuatannya memang ditujukan untuk end-user. Framework ini juga terkenal dengan dokumentasinya yang lengkap dan selalu diperbarui. Setiap akan ada pembaharuan ke versi terbaru selalu ada pembaharuan pada dokumentasi.

Pada halaman website utama, Laravel mendeskripsikan diri sebagai “The PHP Framework For Web Artisans“. Artinya adalah Laravel dibuat untuk orang – orang yang menyukai seni.

Tujuan kami pada artikel Laravel tutorial untuk pemula ini adalah membuat panduan belajar laravel dari awal. Mulai dari proses persiapan sebelum mengembangkan.

Laravel sangat cocok digunakan untuk pengembangan sistem yang cukup kompleks. Jika hanya sistem sederhana dirasa tidak sebanding dengan proses pengembangannya.

laravel tutorial

Apa Persiapan Dalam Tutorial Laravel?

Sebelum belajar Laravel dasar, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar lebih mudah memahami Laravel tutorial ini. Daftar berikut merupakan dasar yang bisa Anda pelajari terlebih dahulu sebelum membaca lebih jauh tutorial Laravel ini.

  • Dasar dari penggunaan PHP
  • Dasar dari MVC Framework

Akan tetapi, Anda bisa mencoba memahami secara perlahan mengenai dasar Laravel tutorial atau pengertian framework. Pada artikel ini kami akan mencoba memberikan konten yang ringan sehingga orang yang tidak familiar dengan pemograman bisa memahami dengan mudah.

Kebutuhan Server

Proses instalasi dilakukan pada web server. Anda bisa menggunakan layanan penyedia VPS seperti Panduan Blog Online atau bisa juga dengan menggunakan laptop yang sudah diinstal web server.

Selain VPS, Anda juga dapat menggunakan server hosting untuk menjalankan website yang dibangun menggunakan framework Laravel. Namun pastikan server hosting mendukung penggunaan Laravel. Panduan Blog Online selain menyediakan layanan VPS juga menyediakan layanan hosting dengan dukungan Laravel di dalamnya.

Sebelum melakukan proses instalasi, Anda perlu memastikan jika server yang Anda gunakan sudah memenuhi beberapa persyaratan berikut ini.

  • Web Server
  • PHP >= 7.1.3
  • Database Server
  • Tokenizer PHP Extension
  • OpenSSL PHP Extension
  • PDO PHP Extension
  • Ctype PHP Extension
  • JSON PHP Extension
  • Composer

Cara Install Laravel & Konfigurasi

Ada berbagai cara melakukan instalasi Laravel di Mac, Linux, maupun Windows. Pada laravel tutorial ini kami memberikan step by step cara menggunakan Laravel pada sistem operasi Linux dan melakukan instalasi Laravel melalui composer.

Langkah 1 – Download Composer

Catatan: Pastikan LAMP Server sudah berjalan dengan baik.

Untuk memulai proses instalasi composer, Anda bisa menjalankan perintah berikut pada terminal.

$ curl -sS https://getcomposer.org/installer | php
$ sudo mv composer.phar /usr/local/bin/composer

Jika perintah tersebut sudah tidak bisa, Anda bisa mengunjungi website Download Composer.

Setelah terinstal, Anda perlu menjalankan ulang Httpd Server.

$ sudo systemctl restart httpd

 Jika perlu, lakukan update composer.

$ sudo composer self-update

Baca Juga: Cara Mudah Install Composer

Langkah 2 – Instalasi Laravel

Composer sudah terinstal, langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi Laravel menggunakan perintah:

$ composer global require "laravel/installer"

Saat menjalankan perintah tersebut maka direktori akan berubah ke /home/user/.config/composer secara otomatis. Hal ini untuk memastikan program Laravel bisa berjalan pada sistem.

Lakukan pengecekan untuk memastikan jika Laravel sudah berhasil terinstall dengan menggunakan perintah “laravel”.

$ laravel new blog

Perintah laravel new akan membuat instalasi Laravel baru dengan nama folder “blog” pada direktori aktif.

Jika terdapat error “Laravel PHP Command Not Found“, Anda bisa melakukan pengecekan pada .bash_profile dan menambahkan baris perintah untuk mengarahkan baris perintah “laravel”.

$ sudo nano ~/.bash_profile

dan tambahkan baris

export PATH=~/.composer/vendor/bin:$PATH

Jika perintah “laravel new blog” sudah berhasil dijalankan, folder “blog” akan dibuat secara otomatis pada direktori aktif dimana perintah itu dijalankan. Masuk ke folder “blog” menggunakan perintah cd, kemudian gunakan perintah “php artisan serve” untuk menjalankan program pengembangan pada server lokal.

$ php artisan serve

Perintah tersebut untuk menjalankan semacam virtual web server pada Laravel. Setelah berjalan, akses URL http://localhost:8000, dan Anda akan melihat tampilan berikut ini:

laravel tutorial

Tampilan tersebut merupakan hasil pemanggilan file index  indeks yang berada pada folder /blog/public di instalasi laravel yang tadi dijalankan.

Struktur Folder Laravel

Pada saat membuat instalasi di bagian Laravel tutorial sebelumnya, terbentuk struktur folder Laravel, berikut adalah tampilannya, lengkap dengan penjelasannya.

laravel tutorial
  • app, folder ini berisi kode inti yang terdiri dari lima folder.
  • Console, folder ini berisi semua perintah Artisan yang dibuat dengan make:command.
  • Exception, folder ini berisi semua handler pengecualian dan folder ini bagus untuk menambahkan class yang sudah disesuaikan sendiri untuk menangani pengecualian yang diberikan aplikasi.
  • Http, folder ini berisi fungsi controllers, middleware dan requests.
  • Providers, folder ini berisi semua penyedia layanan (service provider) untuk aplikasi.
  • bootstrap, folder ini berisi semua framework bootstrap begitu juga dengan file konfigurasi.
  • config, folder ini berisi semua file konfigurasi aplikasi.
  • database, folder ini berisi semua database migrasi dan seeds.
  • public, folder ini berisi semua assets seperti gambar, file javascript, dan CSS.
  • resource, folder ini berisi assets mentah seperti file LESS & Sass, pengaturan waktu, dan bahasa.
  • routes, folder ini berisi semua rute yang didefinisikan pada aplikasi.
  • storage,folder ini berisi peyimpanan App, seperti unggahan file, cache, dan log.
  • app
  • framework
  • tests, folder ini berisi semua file percobaan.
  • vendor, folder ini berisi semua file dependency.

Penyedia layanan (service provider) merupakan tempat utama untuk bootstrap Laravel atau bisa diartikan sebagai bagian utama untuk mengkonfigurasi aplikasi.

Bootstrap yang dimaksud pada umumnya adalah mendaftar suatu komponen, termasuk rute, event listeners, dan middleware, dan container container bindings.

Konfigurasi Dasar

Setelah semua proses dijalankan dan Anda  telah memahami struktur folder Laravel, sekarang kami akan membahas konfigurasi dasar yang disarankan untuk dijalankan.

1. Amankan Data Menggunakan Application Key

Setelah melakukan instalasi Laravel, langkah selanjutnya yang perlu Anda jalankan adalah mengamankan data terlebih dahulu. Jika kunci ini tidak diterapkan, aktivitas pengguna dan berikut datanya tidak akan aman. Pengamanan ini dapat dilakukan dengan mengubah application key (kunci aplikasi) ke string acak.

Caranya, Anda bisa mengeksekusi perintah php artisan key:generate. Akan ada file .env pada direktori root yang berisi string dengan panjang 32 karakter. Jika tidak ada, Anda bisa menyalin file .env.example menjadi file .env.

2. Pengaturan untuk Direktori Public

Pada kasus tertentu web server tidak bisa langsung memanggil file index.php yang berada pada folder public Laravel. Jadi Anda perlu mengarahkan web server untuk memanggil dokumen atau web root ke folder public.

Perlu diketahui, jika Anda menjalankan Laravel pada web server lokal, maka Anda perlu merubah hak akses pada folder storage dan bootstrap/cache menjadi 777 dengan chmod.

$ chmod 777 -R /blog/storage

$ chmod 777 -R /blog/bootstrap/cache

Folder “blog” merupakan folder instalasi Laravel.

Jika hak akses ini diatur, Anda bisa mengakses file indeks tanpa perlu menjalankan perintah “php artisan serve”, akan tetapi folder harus berada pada folder web server.

3. Pengaturan Cache

Supaya aplikasi dapat berjalan dengan cepat, Anda harus mengatur cache pada Laravel dengan menggunakan perintah config:cache pada saat proses produksi.

$ php artisan config:cache

4. Konfigruasi Lain

Jika Anda ingin mengatur konfigurasi lain seperti pengaturan timezone & locale pada config/app.php yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

Semua konfigurasi file ada di folder config, jadi Anda bisa membuka folder tersebut untuk mengetahui apa saja konfigurasi yang disediakan.

Mengenal Fitur Mode Pada Laravel

File .env juga digunakan sebagai file konfigurasi untuk beberapa fitur mode pada Laravel. Mode yang tersedia seperti mode develop dan maintenance. Mode bisa digunakan pada saat Anda melakukan proses pembuatan aplikasi dari pengembangan sampai dengan pengetesan. Saat fitur mode diaktifkan, maka aplikasi sementara akan dinonaktifkan dan tampilan akan diganti sesuai dengan mode yang sedang aktif.

  • Mode Pemeliharaan (Maintenance Mode)

Saat Anda sedang mencoba memperbaiki aplikasi, akan lebih nyaman jika aplikasi dalam kondisi dinonaktifkan supaya pengujung tidak menampilkan error ketika terjadi masalah. Selain itu, jika aplikasi tidak diaktifkan sama sekali, pengunjung dapat melihat error tersebut.  Hal ini tentu tidaklah baik bagi Anda. Oleh karenanya, maintenance mode perlu diaktifkan.

Untuk mengaktifkan mode pemeliharaan, Anda bisa menggunakan perintah berikut :

$ php artisan down

maka pada aplikasi akan muncul halaman mode pemeliharaan.

Anda bisa mengaktifkan kembali dengan perintah up.

$ php artisan up

Tampilan fitur mode bisa Anda atur pada folder resources/views/errors.

Kesimpulan

Laravel merupakan framework yang cukup andal. Hanya saja, penerapannya dapat membingungkan pengguna yang masih awam soal pemrograman. Padahal, Laravel menawarkan kesederhanaan dalam penulisan kode, di samping fitur keamanan yang berbeda dengan framework lain. Jika Anda ingin belajar framework yang lebih mudah, kami sarankan untuk tidak langsung belajar Laravel.

Ada beberapa mode yang bisa Anda manfaatkan pada proses pengembangan aplikasi. Mode ini membantu menampilkan informasi jika website sedang dalam proses perbaikan.

Jika Anda merupakan pengembang yang menyukai kerapian dan kesederhanaan dengan performa andal, pelajarilah Laravel tutorial. Laravel mampu menjadikan sistem Anda lebih canggih dan aman.

Semoga artikel Laravel tutorial dasar ini bisa membantu Anda dalam mengembangkan kemampuan di bidang pemograman. Jika ada masukan jangan sungkan untuk memberikan komentar atau subscribe untuk tutorial terbaru dari kami.

Referensi:

[1] Laravel Tutorial for Beginner: Create your First To-Do App in Laravel 5.4

[2] Laravel Installation – Basic Task List

[3] Learn Laravel Tutorial Absolute Beginner

[4] Dokumentasi Instalasi Laravel

Source:niagahoster.com

Strategi Pemasaran

11+ Strategi Pemasaran Efektif untuk Kemajuan Bisnis Anda

11+ Strategi Pemasaran Efektif untuk Bisnis Anda

Kami berusaha menyediakan website yang berguna untuk pengetahuan para pembaca, panduan singkat dan sederhana ini semoga menjadi jalan bagi kalian yang mengalami kesulitan dalam membuat blog di dunia maya, kami mengambil sumber dari blog Panduan Blog Online.com seandainya kalian berkenan langsung mengunjungi website tersebut, selamat menikmati!

Baik mengelola online shop, kafe, toko, atau bisnis lainnya, Anda harus selalu mencari cara untuk menarik konsumen agar bisnis tetap hidup dan berkembang. Nah, untuk bisa menarik konsumen yang tepat, Anda memerlukan strategi pemasaran yang tepat pula.

Di artikel ini kami akan membahas apa itu strategi pemasaran, mengapa Anda membutuhkannya, dan tentu saja strategi-strategi apa saja yang harus Anda terapkan di bisnis.

Apa Itu Strategi Pemasaran?

Strategi pemasaran adalah rangkaian perencanaan untuk menjangkau target pasar dan mengubah mereka menjadi konsumen produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan.

Jadi Anda tidak bisa serta merta memasarkan produk kepada semua orang. Anda memerlukan strategi pemasaran yang tepat untuk bisa mengubah target pasar menjadi konsumen.

Selain berfungsi untuk mengantarkan Anda pada konsumen yang tepat, strategi pemasaran juga berguna untuk memudahkan koordinasi Anda dengan tim.

Strategi pemasaran sendiri ada banyak jenisnya dan yang akan kami bahas di artikel ini adalah strategi pemasaran online.

Mengapa Anda Memerlukan Strategi Pemasaran Online?

Di era digital ini, strategi pemasaran yang efektif dan efisien dapat dilakukan secara online. Dari memanfaatkan blog dan media sosial sampai menggunakan situs kupon. Baik perusahaan besar maupun bisnis skala kecil harus menguasai strategi pemasaran online karena penduduk Indonesia yang hampir lebih dari setengahnya sudah dapat dijangkau melalui internet.

Anda bisa menjangkau calon konsumen Anda di seluruh Indonesia melalui Google, Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, dan berbagai platform online lainnya. Berikut lima alasan mengapa bisnis harus menerapkan strategi pemasaran online:

1. Menjangkau 140 Juta Penduduk Indonesia

Jumlah penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan akses internet selalu meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan laporan Google, pada tahun 2017 jumlah pengguna internet Indonesia sudah mencapai 56 persen atau sekitar 140 juta orang.

Menurut Napoleoncat.com, dari 140 juta orang tersebut, sekitar 128 juta orang sudah terhubung dengan Facebook dan 60 juta orang sudah memiliki Instagram. Anda bisa menjangkau ratusan juta orang tersebut melalui strategi pemasaran online.

2. Mudah

Mungkin strategi pemasaran online masih asing bagi sebagian orang. Meskipun masih asing, bukan berarti Anda bisa mengabaikannya. Sebab strategi pemasaran lebih mudah dari yang Anda kira. Selain itu, tersedia banyak tutorial dan forum diskusi yang membahas tentang pemasaran online. Salah satunya adalah artikel ini. Artikel ini akan membantu Anda menyusun strategi pemasaran online UKM Anda.

3. Target Lebih Spesifik

UKM Anda butuh jangkauan luas dari Sabang sampai Merauke? Jangkauan lokasi bisa Anda perluas di seluruh Indonesia. Bisnis Anda hanya membutuhkan jangkauan lokasi di kota atau provinsi tertentu? Anda bisa mempersempit jangkauan lokasi iklan sehingga target audience lebih spesifik.

Anda juga bisa mengatur iklan untuk tampil di perangkat apa saja. Orang-orang mengakses mesin pencari melalui berbagai perangkat, dari desktop, tablet, hingga smartphone. Anda bisa mengatur iklan Anda untuk tampil di ketiga perangkat sekaligus atau memilih beberapa di antaranya saja.

Selain mengatur jangkauan lokasi dan perangkat, Anda juga bisa mengatur waktu munculnya iklan. Jadi Anda bisa mengatur iklan Anda untuk tampil di hari apa saja dan dari jam berapa sampai jam berapa. Anda juga dapat mengatur spesifikasi target audiens sesuai dengan kebutuhan UKM Anda. Misalnya, UKM Anda memproduksi tas perempuan. Anda bisa mengatur iklan untuk tampil pada target audiens perempuan di usia tertentu.

4. Terukur

Kelebihan lain dari strategi pemasaran online adalah mudah untuk diukur. Ketika memasang iklan di platform seperti Google Ads, Facebook Ads, atau Instagram Ads, Anda juga akan mendapatkan laporan performa iklan yang Anda pasang. Berapa orang yang berhasil dijangkau, seberapa efektif iklan yang Anda pasang, Anda akan mendapatkan laporan lengkapnya. Jadi Anda bisa mengevaluasi pemasaran online Anda dan memperbaikinya di strategi selanjutnya.

5. Biaya Minim

Menerapkan strategi pemasaran online bukan berarti tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Namun, biaya yang Anda habiskan untuk strategi pemasaran online akan menghasilkan revenue yang lebih besar dibandingkan strategi pemasaran konvensional. Selain itu, beberapa strategi pemasaran online bahkan memungkinkan Anda untuk berinvestasi jangka panjang untuk promosi. Misalnya, melalui blog Anda bisa mendapatkan trafik yang stabil setiap bulannya ke website Anda. Biaya untuk iklan di platform seperti Google Ads dan Facebook Ads pun dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran UKM Anda.

11+ Strategi Pemasaran Efektif Beserta Contohnya

Ilustrasi strategi pemasaran

Ada banyak strategi promosi atau pemasaran yang dapat Anda terapkan untuk bisnis UKM Anda. Kami merangkum 11 strategi pemasaran yang cocok untuk diterapkan untuk UKM Anda. Berikut adalah 11 strategi pemasaran ampuh untuk kesuksesan UKM:

1. Tentukan Tujuan dan Anggaran

Langkah pertama dalam strategi pemasaran adalah menentukan tujuan marketing dan menyusun anggaran untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan apa yang ingin Anda capai. Tujuan dari strategi pemasaran bisa berbeda-beda tergantung situasi UKM masing-masing. Beberapa contoh tujuan strategi pemasaran adalah meningkatkan brand awareness, meningkatkan conversion, atau meningkatkan revenue.

Selain tujuan, Anda juga perlu menyusun anggaran. Mengapa anggaran begitu penting dalam strategi pemasaran? Mungkin sebagian orang berpikir posting di media sosial saja sudah cukup, tanpa perlu mengeluarkan dana.

Sayangnya pemikiran seperti itu harus Anda buang jauh-jauh jika ingin mendapatkan hasil maksimal dari strategi pemasaran. Anda harus bersedia untuk mengeluarkan dana untuk iklan di Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads, atau platform iklan online lainnya.

Memanfaatkan feed media sosial saja tidak cukup untuk menarik calon konsumen. Terlebih lagi algoritma media sosial yang terus berubah membuat postingan Anda di media sosial terlewat oleh calon konsumen. Selain itu, biaya untuk iklan online bisa disesuaikan dengan anggaran yang Anda miliki. Sebab kebanyakan platform online menerapkan pay per click di mana Anda bisa mengatur anggaran iklan sesuai kemampuan bisnis dan sesuai luas jangkauan target audiens. Jadi Anda tidak akan terbebani oleh biaya iklan yang tinggi.

2. Manfaatkan Google Bisnisku

Google Bisnisku adalah fitur untuk pemilik bisnis yang berguna untuk mempermudah calon konsumen untuk mengetahui informasi lengkap bisnisnya. Dari nama bisnis, alamat perusahaan, nomor telepon perusahaan, alamat email perusahaan, jam operasional, website perusahaan, foto kantor, hingga review pelanggan.

Dengan mendaftarkan bisnis Anda di Google Bisnisku, kantor, restoran, atau perusahaan Anda otomatis muncul di Google Maps. Pelanggan yang ingin datang ke tempat bisnis Anda akan mudah menuju lokasi dengan bantuan Google Maps.

Meskipun terlihat sepele, Google Bisnisku memiliki banyak manfaat. Dari bisnis muncul di Google Maps, review pelanggan, hingga media komunikasi bagi para pelanggan. Jadi pastikan bisnis Anda terdaftar di Google Bisnisku. Untuk penjelasan lengkapnya, Anda dapat membaca artikel Cara Daftar dan Verifikasi Google Bisnisku.

3. Tentukan Satu Kanal Media Sosial Utama

Banyak pilihan media sosial yang dapat Anda manfaatkan untuk strategi pemasaran. Ada Facebook, Instagram, Twitter, LINE, Pinterest, LinkedIn, hingga YouTube. Apakah UKM Anda harus aktif di semua media sosial? Tentu tidak.

Bisa jadi sebuah bisnis perlu melakukan kampanye media sosial di Instagram, Facebook, dan Twitter. Sedangkan bisnis lainnya mungkin hanya perlu menggunakan Instagram saja. Mungkin bisnis Anda perlu melakukan pemasaran media sosial di Instagram, LinkedIn, dan LINE.

Bagaimana menentukan media sosial yang cocok untuk bisnis Anda? Jawabannya adalah riset. Anda perlu melakukan riset audiens untuk menentukan media sosial mana yang paling cocok untuk bisnis Anda.

Salah satu cara metode riset audiens yang efektif adalah teknik Bulls Eye yang dikembangkan oleh Gabriel Weinberg dan Justin Mares untuk memetakan strategi pemasaran di media sosial. Teknik Bulls Eye terdiri dari lima langkah, yaitu Brainstorming, Rank, Prioritize, Test, dan Focus On. Penjelasan lengkapnya dapat Anda baca di artikel Memaksimalkan Media Sosial untuk Bisnis Online.

4. Email Marketing

Beberapa orang mungkin menganggap email marketing sebagai spam yang berpotensi mengganggu konsumen. Namun, fakta berkata sebaliknya, penggunaan email marketing terus meningkat setiap tahunnya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh McKinsey and Company menunjukkan bahwa email marketing 40 kali lebih efektif untuk memperoleh konsumen dibandingkan Facebook dan Twitter. Efektivitas yang tinggi ini mungkin disebabkan perusahaan dapat menjangkau konsumen di area personal mereka, yaitu kotak masuk email.

Selain itu, 59 persen konsumen bersedia untuk menjadi berlangganan email marketing atau newsletter jika ada penawaran yang diberikan. Penawaran tersebut bisa berupa kupon atau diskon spesial. Menurut penelitian sebanyak 65 persen konsumen mendapatkan kupon diskon dari email marketing. Hal ini menunjukkan bahwa email marketing mendorong konsumen untuk berbelanja baik online maupun langsung ke toko.

Baca Juga: Panduan Lengkap Membuat Email Marketing Efektif

5. Terapkan Content Marketing

Content marketing adalah teknik marketing yang melibatkan pembuatan dan distribusi konten yang relevan, penting, dan konsisten untuk menarik audiens dengan tujuan untuk mengonversi mereka menjadi konsumen.

Salah satu media utama untuk menjalankan content marketing adalah blog. Blog bisa berguna untuk mendapatkan trafik tinggi melalui pencarian organik. Blog perusahaan adalah tempat Anda untuk menunjukkan kepada calon pelanggan potensial bahwa Anda memang benar-benar ahli di industri yang Anda geluti.

Baca juga: Apa Itu Content Marketing?

6. Bagikan Konten yang Relevan, Penting, dan Konsisten

Seperti yang sudah disebutkan di poin sebelumnya, konten yang Anda bagikan harus memenuhi tiga syarat, yaitu relevan, penting, dan konsisten. Pertama, Anda harus membuat konten yang relevan dengan bisnis Anda. Misalnya, Anda mengelola bisnis fashion. Maka Anda perlu membuat konten yang berkaitan dengan fashion.

Kedua, relevan saja tidak cukup. Anda juga perlu mempertimbangkan apakah konten tersebut penting atau tidak untuk diketahui target audiens. Buatlah skala prioritas berisi topik-topik yang relevan untuk target audiens. Urutkan dari yang terpenting hingga topik yang kurang penting.

Terakhir, dalam content marketing, Anda tidak bisa mengandalkan satu konten saja untuk menarik perhatian audiens. Diperlukan banyak konten untuk akhirnya Anda bisa merasakan manfaat content marketing untuk bisnis Anda.

7. Riset Keyword

Riset keyword ini berfungsi untuk menentukan kata kunci apa yang relevan untuk blog atau website Anda. Memilih kata kunci yang tepat ini penting karena akan berpengaruh pada performa blog atau website Anda di hasil pencarian. Setiap penulis blog maupun website harus mengetahui apa yang sering dicari oleh orang-orang di mesin pencari agar konten yang ditulisnya relevan dan bermanfaat untuk para pencari.

Terdapat banyak perusahaan yang menyediakan layanan riset keyword, baik berbayar maupun gratis. Penjelasan lengkapnya dapat Anda baca di artikel 9 Cara Riset Keyword untuk Blog dan Website.

8. Optimasi SEO

Agar mudah ditemukan oleh calon pelanggan di Google, website UKM Anda harus berada di halaman pertama hasil pencarian. Anda harus bersaing dengan ribuan atau bahkan puluhan ribu website lain untuk mendapatkan peringkat pertama di Google. Lalu bagaimana caranya agar website Anda muncul di halaman pertama hasil pencarian Google? Caranya adalah dengan optimasi SEO.

Banyak langkah yang harus dilakukan dalam optimasi SEO. Optimasi SEO sendiri terbagi menjadi dua, yaitu SEO on page dan SEO off page. Optimasi SEO on page adalah optimasi yang diterapkan pada konten yang diterbitkan. Sedangkan optimasi SEO off page adalah optimasi yang diterapkan di balik layar website seperti backlink. Penjelasan lengkapnya dapat Anda baca di artikel Cara Optimasi SEO On Page dan Cara Optimasi SEO Off Page.

9. Manfaatkan Paid Search

Sejak ditemukan mesin pencari online, siapapun bisa menemukan apa saja di dunia maya, dari jurnal ilmiah hingga alat rumah tangga. Keberadaan mesin pencari online seperti Google pun merubah perilaku konsumen, di mana konsumen saat ini bisa mencari produk di Google terlebih dahulu sebelum membelinya. Google menyebut keadaan ini sebagai Zero Moment of Truth (ZMOT).

Sebenarnya, paid search dapat ditemukan di semua mesin pencari seperti Google, Yahoo, dan Bing. Namun, Google adalah platform terbesar untuk paid search. Google menyediakan layanan paid search melalui Google Ads yang sebelumnya dikenal dengan Google AdWords. Dengan Google Ads, Anda bisa mengatur jangkauan dan spesifikasi audiens yang ditargetkan. Langkah-langkah lengkapnya dapat Anda baca di artikel cara menggunakan Google AdWords.

10. Gunakan Social Media Ads

Jangkauan di media sosial tidak hanya didapatkan melalui jangkauan organik saja. Anda juga bisa memanfaatkan layanan ads masing-masing platform media sosial untuk meningkatkan jangkauan postingan media sosial Anda.

Terlebih lagi timeline media sosial seperti Instagram dan Facebook menerapkan sistem acak, bukan lagi berdasarkan waktu posting. Hal ini bisa menyebabkan konten media sosial Anda terlewat. Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan layanan ads. Untuk itu Anda bisa memanfaatkan layanan ads media sosial. Membuat ads sangatlah mudah. Anda bisa mengikuti panduan cara membuat Facebook Ads dan cara membuat Instagram Ads.

11. Manfaatkan Situs Kupon

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa situs kupon terpercaya seperti Picodi dan iPrice. Situs kupon tidak hanya berguna bagi konsumen yang mencari kupon diskon, tetapi juga berguna bagi para pemilik UKM untuk mempromosikan bisnisnya.

Tujuan utama menempatkan kupon di situs seperti Picodi dan iPrice bukan penjualan, tetapi meningkatkan brand awareness. Semakin menarik diskon yang Anda tawarkan, semakin banyak orang yang akan menggunakan kupon Anda. Dengan begitu semakin banyak orang yang mencoba produk Anda. Jika produk Anda berhasil memuaskan konsumen, mereka tidak perlu kupon lagi.

12. Bangun Relasi

Selain membangun strategi pemasaran di platform-platform di atas, Anda juga perlu membangun relasi dengan orang-orang di industri Anda. Bergabunglah dengan grup Facebook atau Facebook yang berkaitan dengan bisnis Anda. Jadilah pembicara atau sponsor di seminar dan acara yang berkaitan dengan industri Anda. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan informasi mengenai perkembangan di industri tersebut.

13. Maksimalkan Alat Promosi Cetak

Meskipun saat ini strategi marketing online sudah dilakukan oleh sebagian besar bisnis, namun masih banyak promosi offline yang masih efektif di era digital sekarang ini. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan alat promosi cetak seperti kartu nama, flyer atau brosur. Alat promosi cetak membantu meningkatkan brand awareness dan meningkatkan reputasi perusahaan anda. Karena tidak semua orang mengakses internet dan tentunya dengan alat promosi cetak akan membuat bisnis anda lebih terpercaya.

Baca juga: 5 Strategi Pemasaran Produk yang Wajib Anda Coba

Langkah-langkah Penerapan Strategi Pemasaran

Setelah mengetahui beragam strategi pemasaran yang baik, Anda perlu menerapkan strategi tersebut dengan tepat. 

Apa saja langkah yang perlu Anda lakukan?

1. Melakukan Segmentasi Pasar

Sesuai namanya, segmentasi pasar adalah upaya untuk membagi pasar menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil. 

Pembagian kelompok ini dilakukan berdasarkan lokasi geografis, demografis, perilaku, dan psikografis.

Segmentasi pasar berdasarkan geografi paling mudah dilakukan. Anda bisa menentukan pembagian pasar berdasarkan kota dan desa, provinsi, hingga pulau. Bahkan untuk produk internasional, Anda bisa membagi dalam beberapa benua atau negara.  

Demografi terkait dengan dinamika penduduk. Segmentasi demografis meliputi jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan lainnya. Segmentasi ini juga relatif mudah dilakukan. Contohnya, Anda bisa menciptakan pembagian berupa pria dan wanita, dewasa dan anak-anak, hingga SMA dan kuliah. 

Di sisi lain, segmentasi perilaku mungkin sedikit rumit. Sebab, Anda harus mempelajari kebiasaan masyarakat dalam membeli sebuah produk. Misalnya, apa tujuan pembelian produk (kebutuhan atau gaya hidup), bagaimana cara membelinya (datang ke toko atau online), dan masih banyak lagi. 

Yang terakhir adalah segmentasi psikografi. Inilah yang paling rumit karena lebih spesifik. Segmentasi ini merupakan pengembangan dari demografi dan perilaku. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki tingkat penghasilan tinggi dan sering berbelanja online, tentu akan menyukai produk yang bisa dibeli melalui website, meskipun harganya sedikit lebih mahal. 

2. Menentukan Target Pasar (Market Targeting)

Setelah membagi pasar sesuai segmennya, langkah penerapan strategi pemasaran selanjutnya adalah menentukan target pasar. 

Target pasar adalah segmen tertentu yang dituju untuk melakukan penjualan suatu produk. 

Dengan memahami target pasar, akan lebih mudah untuk menentukan produk yang akan dijual dan langkah promosi yang akan dilakukan. Target pasar yang berbeda membutuhkan konten promosi dan cara komunikasi yang berbeda pula. 

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengetahui peta persaingan dengan kompetitor Anda. Dengan demikian, Anda bisa melakukan perhitungan apakah menguntungkan untuk melakukan penetrasi pada target pasar tertentu.

Baca Juga: Pentingnya Kenali Target Pasar untuk Bisnis Anda!

3. Market Positioning

Bahkan pada target pasar yang spesifik pun, Anda bisa saja menemukan kompetisi yang ketat. Kondisi ini tentu akan menuntut Anda melakukan perang harga yang kurang menguntungkan. 

Oleh karena itu, Anda perlu menerapkan strategi yang ketiga yaitu positioning. 

Secara sederhana, market positioning merupakan strategi pemasaran untuk menunjukkan produk Anda beda dari yang lain. Salah satu caranya adalah membangun kesadaran merek atau brand awareness.

Kesadaran akan merek dapat memberikan beberapa manfaat seperti kemudahan mendapatkan konsumen baru hingga menciptakan kelompok pelanggan yang loyal. 

Baca Juga: Apa Itu Branding? Apa Pentingnya bagi Bisnis Anda?  

Apa Strategi Pemasaran Anda?

Pemasaran atau promosi tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Diperlukan perencanaan strategi yang matang agar mendapatkan hasil yang maksimal. Diharapkan 11 strategi pemasaran di atas dapat membantu Anda dalam merencanakan strategi pemasaran untuk bisnis Anda. Subscribe Blog Panduan Blog Online untuk selalu mendapatkan update terbaru tentang promo domain hosting, tips-tips bisnis online dan marketing online!

Source:niagahoster.com

Cara Mengatasi Error Are You Sure You Want To Do This Di Wordpress

Cara Mengatasi Error "Are You Sure You Want To Do This" di WordPress Cara Mengatasi Error “Are You Sure You Want To Do This” di Wo...